Kamis, 27 November 2014


Pergilah

pergi dengan senyumanmu

aku benci.

rasa ini

hanya kau campakan saja

sendiri di Pelabuhan

menunggu

memohon

meronta ingin kembali padamu


Agung Pratama Setiawan

Jatinangor, 27 November 2014
Sutra itu membalut tubuhnya

menutupi setiap lerai rambutnya

Sungguh cantik
nan menarik
Siapa dia, Tuhan?

malaikat,

atau bidadari kah?

aku pun

jatuh cinta padanya


Agung Pratama Setiawan

Jatinangor, 27 November 2014

Bak kicau burung dipagi hari
kau bernyanyi
melantunkan deretan simfoni indah
merangkai kata demi kata
menjadi kalimat nan indah

wahai kicau burung
bernyanyilah untukku
untuk mengisi pelantaran kosong
dihati nan suci ini


Agung Pratama Setiawan

Jatinangor, 27 November 2014

Suatu sejuk menyusup hati

meronta hingga ke dalam dada

raga dalam diam terpaku dikesunyian

pertanda apakah ini?

sebuah rasa?

ataukah cinta?

entahlah...


Agung Pratama Setiawan

Jatinangor, 27 November 2014

Dermaga menunggu
datang dan pergi

Dia bertahan
bertahan digerus ombak
meronta di balik kedinginan

Salah
kau salah

Hanya mereka lah yg bisa setia

Bak bulan dan bumi
seperti bumi dan langit
langit dan Kuasa-Nya


Agung Pratama Setiawan

Jatinangor, 27 November 2014
Design by @agungprasetian